7 Gejala Jantung Koroner yang Belum Anda Ketahui

Selamat datang di salah satu situs kesehatan terbaru www.beritasehatku.com yang menyajikan berbagai info kesehatan yang penting untuk bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan tidak ketinggalan info untuk orangtua dan lansia

7 Gejala Jantung Koroner yang Belum Anda Ketahui

PJK atau Penyakit Jantung Koroner merupakan keadaan di mana pembuluh darah arteri koroner yang menyediakan darah ke otot-otot jantung menjadi tersumbat oleh sebab penumpukan plak yang terdiri dari kalsium, lemak dan jaringan parut di dalam arteri tersebut. Sedangkan miokardium (otot jantung) memperoleh oksigen dan nutrisi lain yang diperlukan untuk memompa darah melalui arteri koroner.

Pada saat plak menumpuk didalam arteri, keadaan ini disebut aterosklerosis. Penumpukan plak dapat terjadi selama bertahun-tahun, yang kemudian semakin lama semakin menghambat.

Plak bisa mempersempit arteri sehingga jantung tidak memperoleh cukup darah. Dalam taraf tertentu hal tersebut akan memperlambat aliran darah sehingga muncullah gejala serangan jantung yang ditandai oleh sakit dada atau dikenal dengan istilah kedokterannya yaitu Angina Pektoris.

Apabila plak menghambat aliran darah seluruhnya, maka bisa menyebabkan serangan jantung sampai otot-otot jantung menjadi rusak atau serangan jantung mendadak.

7 Gejala Jantung Koroner

Berikut ini merupakan gejala penyakit jantung koroner:

  1. Sakit dada ketika beraktivitas (angina pectoris), bisa menjalar ke lengan kiri, yang bisa hilang dengan beristirahat.
  2. Sesak napas ketika beraktivitas.
  3. Nyeri punggung, rahang, lengan, terlebih pada sisi kiri, baik selama aktivitas atau ketika istirahat.
  4. Berdebar-debar atau Palpitasi
  5. Sakit kepala, badan tidak seimbang, bahkan bisa pingsan.
  6. Mudah merasa lemas ketika beraktvitas bahkan ketika istirahat sekalipun.
  7. Detak jantung tidak teratur.

Seseorang bisa mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas. Biasanya gejala penyakit jantung koroner berlangsung selama ada kegiatan, seperti olahraga atau latihan. Sebab ketika ada kegiatan seperti itu, meningkatnya permintaan otot jantung untuk memasok oksigen dan nutrisi, tetapi tidak dicukupi oleh pembuluh darah koroner yang terhambat.

Silent ischemia merupakan suatu keadaan di mana tidak ada gejala atau tanda-tanda penyakit jantung koroner yang timbul walaupun elektrokardiogram atau EKG (alat perekam jantung), dan tes lainnya yang mengarahkan bukti iskemia. Hal tersebut terjadi pada saat artero mungkin terhambat 50% atau lebih tanpa menimbulkan gelaja apapun.

Mengapa penyakit jantung koroner dapat terjadi, apa yang menjadi penyebabnya?

Pada usia anak-anak, lapian dalam arteri cukup halus, makanya darah mengalir dengan lancar. Tetapi, pada usia dewasa, kalsium dan kolesterol dalam dinding arteri koroner meningkat. Sehingga membuat arteri koroner kurang elastis dan lebih tebal.

Kebiasaan yang buruk, seperti merokok, diet tinggi kolesterol dan lemak lainnya, jarang olahraga mempercepat penimbunan kalsium dan lemak dalam lapisan dalam arteri koroner.

Penyebab penyakit jantung koroner berkaitan dengan beberapa faktor risiko, berikut yang paling sering muncul adalah:

  • Faktor genetik atau keturunan, penyakit jantung koroner kerap terjadi dalam suatu keluarga.
  • Penyalahgunaan tembakau, perokok aktif, pasif maupun pengunyah tembakau
  • Kelebihan berat badan atau Obesitas.
  • Jarang berolahraga, kurang gerak
  • Stres fisik maupun mental
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Diabetes melitus
  • Kolesterol tinggi, terlebih jika yang lebih banyak adalah kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein).

Jadi, setelah mengetahui penyebab penyakit jantung koroner, maka sudah terbayangkan cara bagaimana lakukan pencegahannya. Dan perlu anda ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Itulah sekilas mengenai jantung koroner, mulai dari pengertian, gejala serta penyebabnya. Cintailah jantungmu!

Postedby: Berita Sehatku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan Chat Disini